Friday, August 15, 2014

Banyak Manfaat Anak Makan Berantakan Lho, Jangan Kawatir

Bagi Anda orang tua yang saat ini mempunyai balita, yang sudah mau mencoba makan makanan sendiri dengan tangannya, terkadang Anda dibuat kesal dan jengkel dengan perilaku Anak Anda. Sering kita jumpai anak memainkan makanan yang ia makan didepannya dan jarang si Anak langsung memasukkan makanan langsung kemulutnya, saran saya Anda mulai sekarang tidak perlu kesal dan sebaiknya Anda bersabar dengan perilaku Anak Anda tersebut.

mengapa bayi suka makan berantakan cara mengatasi makan kotor

Anak suka memainkan makanan menurut sebuah penelitian yang telah dilakukan disebuah Universitas Iowa, kebiasaan anak yang senang bermain dengan makanan dan makan berantakan terutama usia balita, kinerja otak Anak sedang mengalami proses belajar dan mengenal makanan.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Iowa terhadap 74 balita usia 16 bulan menguji dengan mengharuskan Anak memakan 14 jenis makanan non padat, seperti saus apel, peding, jus dan sup dan dari sejumlah itu ada beberapa anak yang dicoba untuk didudukkan pada kursi tinggi dan beberap anak lainnya tidak.

Selanjutnya balit-balita ini dikenalkan dengan kata-kata yang sederhana namun sulit untuk diucapkan. Setelah itu satu menit kemudian beberapa balita diminta untuk mengenal makanan yang sama dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Dengan penelitian dan percobaan ini, peneliti dapat membuat kesimpulan bahwa anak yang berani kotor dan sering duduk di kursi yang tinggi dan belajar makan makanan sendiri walaupun berantakan, akan mudah belajar lebih banyak kata-kata dibanding dengan balita yang tidak. Sehingga para peneliti menyimpulkan anak tersebut akan mejadi anak yang lebih cepat belajar dan mampu mengasah otak secara natural.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Developmental Science ini menyimpulkan bahwa balita yang bermain dengan makanan mereka, terutama yang lengket, lembek, dan sedikit cair, akan lebih pintar. Ini karena mereka mempelajari makanan melalui semua indera, seperti peraba, pengecap, perasa, dan sensorik (untuk melempar). Balita ini tidak hanya mengenali bentuk dan ukuran makanan secara visual, tetapi juga mengidentifikasi makanan lewat teksturnya.

Meski ‘permainan’ melempar makanan ini baik untuk si kecil, bukan berarti Anda boleh membiarkannya. Yang harus Anda lakukan adalah mengajarinya untuk memasukkan makanan dengan tepat ke dalam mulut. Selain itu, jangan lupa untuk memakaikannya celemek makan dan melapisi meja dan lantai dengan plastik agar cipratan makanan lebih mudah dibersihkan.

0 Komentar Banyak Manfaat Anak Makan Berantakan Lho, Jangan Kawatir

Post a Comment

Back To Top