Portal Berita Indonesia

Rahmad Darmawan Pelatih Sepakbola Yang Beruntung

· · 0 comments

Gambar Rahmad Darmawan Pelatih Timnas
Jika pelatih saja sudah terkagum-kagum pada tim lawannya, apa yang terjadi saat pertandingan berlangsung? Kalah 1-8. Padahal ditargetkan, tak kalah lebih dari 0-7. Hmmm...tahulah Anda, siapa yang saya maksud itu.

Rahmad Darmawan, namanya. Lawannya, Chelsea. Dia fans klub itu. Bahkan, dia yang paling senang Jose Mourinho kembali melatih klub tersebut. Makanya, saat jumpa pers, Rahmad sudah menyiapkan spidol untuk jadi alat Mourinho menandatangi topi berlogo Chelsea miliknya.

Tentu saja, Mourinho terkejut. Baru kali ini dalam hidupnya, ada pelatih minta tanda tangan. Padahal pelatih itu lawannya sendiri. Biasanya, dalam jumpa pers, justru perang kata-kata untuk menjatuhkan mental lawan. Atau membangkitkan rasa optimisme anak asuh sendiri. "Anda serius?" kata Mou. "Ya," jawab Rahmad. Rahmad pun menyodorkan topi yang sudah dibelinya tiga tahun lalu itu.

Rahmad adalah pelatih yang memang senang bertopi, untuk menutupi kepalanya yang sedikit ditumbuhi rambut. Saat menangani tim SEA Games 2011 dia dikenal dengan topinya yang bertuliskan RD. Topi berlgo RD pun laku, setiap timnas Indonesia bertanding. Tapi ketika partai final lawan Malaysia, dia sempat terlihat memakai topi bertuliskan Marinir. Korpsnya selama ini. Meski akhirnya kembali lagi memakai topi bertuliskan RD, tapi "tuah" topi itu pun berakhir. Indonesia kalah dramatis adu penalti.
.
Rahmad adalah pelatih yang akan menangani tim sepak bola Indonesia untuk SEA Games 2013 di Myanmar, Desember mendatang. Dia juga pelatih Arema Indonesia yang bermain di ISL (ada juga Arema yang bermain di IPL). Target sepak bolanya di 2013 ini ada dua. Pertama, Arema juara ISL. Kedua, Indonesia meraih emas SEA Games 2013.

Target pertamanya, Arema juara ISL sudah tak tercapai. Perolehan nilai 70 Persipura dengan menyisakan lima laga, sulit dikejar. Arema sendiri memiliki poin 56, dengan menyisakan 6 pertandingan. Bahkan untuk posisi runner up ISL pun, masih gamang. Karena ada Persib Bandung yang menguntit dengan nilai 54 dan baru bermain 27 kali. Lalu Sriwijaya FC 56 tapi lebih banyak bermain satu kali dari Arema, 29 kali.

"Saya ditarget menjadi juara ISL, dan saya yakin mampu bisa menggapai juara itu. Untuk saat ini, saya meminta maaf kepada Aremania jika memang melakukan kesalahan," ujar RD, sapaan Rahmad Darmawan saat timnya gagal menjuarai Piala Gubernur setelah dikalahkan Persela, Desember 2012 lalu.

Rasanya, saya pernah baca, bahwa dia akan mundur jika Arema tak juara ISL. Tapi file berita itu, tak saya temukan lagi. Malahan saya menemukan file lain, yang menyebutkan RD akan masih aman-aman saja posisinya. "“Semua harus yakin musim depan bakal jauh lebih baik dan Arema lebih tertata. Bagaimana pun ini musim pertama RD melatih Arema dan tentunya butuh proses untuk menjadi juara. Dengan persaingan yang semakin ketat musim depan, justru riskan kalau berganti-ganti pelatih,” ujar Iwan Budianto, CEO Arema.

Target kedua RD adalah juara SEA Games 2013. Saat 2011, timnas SEA Games yang dia pegang hanya meraih medali perak. Dari beberapa kali ujicoba, timnas U-23 sekarang ini belum pernah menang. Ditahan imbang 1-1 oleh timnas U-23 Singapura di Solo, lalu kalah 0-1 saat bermain di Singapura. Juga pernah kalah atas tim Jakarta All Star yang diperkuat pemain berdarah Indonesia yang bermain di Liga Italia, Radja Nainggolan 0-1.

RD selalu jadi pelatih yang beruntung. Jika di Arema selalu dapat pertandingan pra-musim yang bagus, kali ini untuk timnas pun demikian. September nanti, tim U-23 akan bertanding di Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang. Ada 14 negara turut serta. Nah, di sinilah Andik Dkk akan ditempa. Mungkin nanti, jika pun kalah dan babak belur, tetap kita maklum dan memafkan RD. PSSI pun atau KONI yang punya gawe SEA Games, tak akan memecatnya.

Pertarungan di SEA Games 2013 lah yang akan jadi bakal penentu, apakah RD hanya bisa juara di klub. Itu pun ketika menangani Persipura dan Sriwijaya. Kini dia punya pilihan pemain yang banyak. Pemain yang bisa juga ke timnas senior seperti Kurnia Meiga, Andik Vermansyah, Egi Melgiansyah bahkan Syamsir Alam dan pemain naturalisasi Stefano Lilipaly, adakah lagi alasan untuk memaafkan prestasinya?

Seperti kata Mourinho, jika timnas tak punya kelebihan teknis atas lawannya, harusnya bermain dengan kegairahan dan kebanggaan membela negara. “Saya pikir timnas Anda harus bermain dengan gairah. Itu akan terjadi bila ada kebanggaan membela timnas dan mewakili negara. Jika sudah memiliki itu, maka tim Anda akan lebih kuat dari kemampuan sebenarnya, walau tidak punya potensi yang bagus."

Berarti Mou sudah melihat, timnas yang dihadapinya Kamis (25/7) -- campuran pemain U-23 dan senior -- tak memainkan kegairahan dan kebanggaan. Bisa jadi, ini "sindiran" juga bagi RD, yang justru hanya punya kebanggaan bisa bertemu klub dan pelatih idolanya, tapi tak bisa menularkan rasa kegairahan dan kebanggaan membela negara kepada pemainnya. Atau malah pemainnya telah mendapat sinyal dari RD, bahwa partai ini hanya hiburan semata meskipun nama negara yang dibawa.


Satu nasehat kita lagi pada RD, jika bertemu lagi klub dan pelatih idolanya, minta tanda tangannya usai pertandingan saja. Perlihatkan marwah diri. Bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi. Dan bukan diketahui hasilnya, ketika pertandingan belum berlangsung, melainkan hingga pluit akhir berbunyi.###(tulisan ini terbit di koran Batam Pos edisi 28 Juli 2013, Majalah.BatamPos.Co.id edisi 26)

0 comments:

Post a Comment