Portal Berita Indonesia

Kerokan, Masuk Angin dan Masuk Angin Duduk

· · 0 comments

manfaat kerokan bahaya kerokan
Pernah masuk angin? Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi “penyakit” yang satu ini? Bisa jadi karena malas menenggak obat, Anda memilih metode kerokan.

Ambil balsam atau minyak kayu putih, siapkan uang logam, dan buka baju. Ritual kerokan dimulai. Mengapa Anda kerokan? Karena masuk angin harus segera diusir.

Tahukah Anda, sebenarnya tidak ada diagnosis masuk angin dalam dunia kedokteran atau kamus medis. Jadi, apa sebenarnya yang kita sebut masuk angin itu? Minggu lalu, kami berbincang dengan dr. Pauline Endang Praptini, MS, SpGK. Ia menyebut, masuk angin bisa jadi penurunan daya tubuh bisa karena kecapaian, stres, makan tidak teratur, dan perubahan cuaca.

Masuk Angin dan Masuk Angin Duduk

Ini memicu berbagai reaksi negatif dari tubuh. Bentuk reaksinya macam-macam. Bisa berupa mual, sakit kepala, demam, bahkan diare. Kemudian, orang menyebut itu karena masuk angin. Padahal mual itu bisa disebabkan virus. Diare yang disebut bagian dari masuk angin bisa dipicu bakteri.

“Misalnya Anda kena flu, kemudian teman Anda menyebut Anda kena masuk angin. Kalau bicara masuk angin, kita perlu menghubungkannya dengan daya tahan tubuh yang menurun,” terang Pauline. Masuk angin dan kerokan kemudian dikaitkan dengan makanan yang dianggap bisa dijadikan medium pertolongan pertama. Jahe, jeruk, sup ayam, dan teh dipercaya mampu mengusir masuk angin.

“Jahe bersifat menghangatkan. Badan yang hangat menimbulkan efek nyaman. Badan hangat memicu keluarnya keringat. Jahe mengandung antioksidan yang menangkal radikal bebas. Sebenarnya, sup ayam tidak berkorelasi langsung dengan penyembuhan masuk angin. Sup yang disajikan hangat, dengan komposisi sayur yang cukup, lebih mudah dikonsumsi,” paparnya panjang.

Ketika Anda sakit, lalu disuguhi makanan berat dalam porsi banyak, perut akan terasa begah. Bukan tidak mungkin, perut menolak dengan reaksi muntah. Sup sebagai makanan pembuka yang ringan dan lovable, tidak sulit dicerna tubuh. Tapi bukan berarti sup obat untuk masuk angin.

“Masuk angin adalah gejala. Dalam istilah kedokteran tidak ada diagnosis masuk angin. Kalau pasien mengeluh kena masuk angin di bagian tenggorokan, bisa jadi dia sebenarnya terkena Faringitis. Kalau keluhan masuk angin itu bersumber di lambung, bisa jadi karena gastritis,” Pauline menukas.

Anda mungkin pernah mendengar istilah “masuk angin duduk”. Semasa kuliah, penulis pernah mendengar tragedi tetangga mendadak meregang nyawa karena masuk angin duduk. Benarkah masuk angin bisa merenggut nyawa? Banyak istilah awam yang kurang pada tempatnya. Padahal si penderita “masuk angin duduk” itu sesungguhnya terkena penyakit jantung.

0 comments:

Post a Comment