Saturday, April 21, 2012

Nikmat Bertaubat Nasuha Kepada Alloh Dengan Benar

cara taubat nasuha artikel khutbah jum'at taubat
Saya yakin kita pernah melakukan kesalahan dan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tapi belakangan ini saya mulai resah karena tindakan dosa yang saya lakukan seperti menjadi sebuah kebiasaan. Ingin bertaubat tetapi godaan-godaan terus menghantui setiap hari. Akuk sadar Allah berfirman,

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali-Imran [3]: ayat 135)

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Ali-Imran [3]: ayat 136)

bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa dan tidak punya salah, akan tetapi, orang yang bertaqwa yaitu :

mereka yang apabila melakukan kesalahan, mereka kemudian mengingat Allah serta bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukannya. Mengingat manusia adalah tempat salah dan lupa, maka Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya senantiasa membuka pintu taubat dan ampunan-Nya sampai kelak matahari terbit dari arah barat, saat dimana Qiamat kubra terjadi.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan akan hal itu dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya:

“ Sesungguhnya Allah ta’ala membentangkan tangan-Nya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu siang, dan Ia membentangkan tangan-Nya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu malam, sehingga matahari terbit dari arah barat
( sampai qiamat ).” ( H.R. Muslim )

Taubat sendiri berarti menyesal atau kembali. Seseorang bertaubat berarti seseorang tersebut menyesali perbuatan dosa atau kesalahan yang telah diperbuat dengan menghentikan perbuatan dosa dan kembali kepada kebenaran seperti yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Dengan demikian, taubat itu berarti melepaskan diri dari keadaan yang dibenci dan dikutuk Allah untuk menuju pada kebenaran yang dicintai dan diridhai Allah SWT.

Taubat hukumnya wajib ‘ain atas orang-orang yang melakukan dosa. Taubat selalu berkaitan dengan perbuatan dosa, dan dosa terjadi karena dua hal, yaitu

  1. melanggar larangan-larangan-Nya dan
  2. meninggalkan perintah-perintah-Nya

Ditinjau dari keterkaitannya, dosa dibagi atas:

Dosa manusia dengan Allah, seperti meninggalkan shalat lima waktu, tidak mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, berbuat syirik /menyekutukan Allah dan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bersifat individu.

Dosa manusia terhadap sesamanya, seperti berbohong, menipu, mencuri dan pelanggaran-pelanggaran yang bersifat umum.

Oleh sebab itu agar Allah mengampuni segala dosa yang telah dilakukannya, maka Allah memerintahkan kepada hamba-Nya yang berdosa agar segera bertaubat kepada Allah dan tidak pernah berputus asa mengharap rahmat-Nya.

Rasul bersabda,

“Wahai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.”

Maka bersegeralah kalian wahai para hamba Allah untuk menuju kepada-Nya, niscaya kalian akan mendapatkannya sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang serta berjalanlah di atas jalan orang-orang mukmin yang bertaubat, niscaya Rabb kalian akan membangkitkan kalian pada kedudukan yang mulia lagi terhormat.

INTROSPEKSI DIRI

Betapa zalimnya diri ini, bergelimang dosa dan mengaku diri sebagai hamba Allah SWT, hamba macam apakah kebanyakan manusia di jaman modern ini? yang tidak malu berbuat maksiat, kadang dengan bangga menceritakan perbuatan maksiat kepada teman-temanya, naudzubillahi mindaliq…sudah tidak malu & terang-terangan di hadapan Allah SWT, wahai jiwa… kenalilah kehinaan dirimu…, sadarilah keagungan Rabb yang telah menciptakan dan memberikan nikmat tak berhingga kepadamu…, ingatlah pedihnya siksa yang menantimu, jika engkau tidak segera bertaubat.

Kedudukan Taubat

Taubat itu wajib dilakukan untuk setiap dosa yang diperbuat, pokok dari taubat adalah penyesalan. Para ulama telah sepakat bahwa taubat dari segala maksiat hukumnya wajib, dan taubat itu wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda-tunda, sama saja apakah maksiat itu termasuk dosa kecil atau dosa besar.

  • Taubat yang terbesar dan paling wajib adalah bertaubat dari kekufuran, kekafiran menuju keimanan.
  • Kemudian tingkatan kedua adalah bertaubat dari dosa-dosa besar, kemudian diikuti dengan tingkatan
  • ketiga yaitu bertaubat dari dosa-dosa kecil. Allah berfirman,

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu.” (Al-Anfaal [8]:ayat 38).

Al-Quran Memerintahkan Manusia untuk Bertaubat.

Allah berfirman,

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur [24]: ayat 31)

Rasul memerintahkan untuk bertaubat

Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan minta ampunlah kepada-Nya, sesungguhnya aku ini bertaubat 100 kali dalam sehari.” (HR. Muslim)

Dengan bertaubat itu akan diperoleh dua manfaat:

  1. Melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya itulah terkandung segala kebaikan. Di atas kepatuhan, melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya itulah terdapat sumber kebahagiaan dunia dan akhirat yang abadi.
  2. Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau itu senantiasa bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.

Maka sudah semestinya kita juga meniru beliau, apabila kita memerintahkan sesuatu maka hendaknya kita adalah orang pertama yang melaksanakan perintah ini. Dan apabila kita melarang sesuatu hendaknya kita juga menjadi orang pertama yang meninggalkannya, sebab inilah sebenarnya hakekat sebagai “da’i ilallah” (penyeru kepada agama Allah), bahkan inilah hakekat dakwah, yaitu kita lakukan apa yang kita perintahkan dan kita tinggalkan apa yang kita larang, kita mohon kepada Allah SWT untuk menerima taubat kita, serta semoga Allah SWT memberi petunjuk kepada kita semua Untuk menuju Kebaikan

0 Komentar Nikmat Bertaubat Nasuha Kepada Alloh Dengan Benar

Post a Comment

Back To Top